Friday, August 24, 2012

DOWNLOAD LAGU TERBARU 2012

Thursday, August 23, 2012

Pentingnya Puasa 6 Hari di Bulan Syawal


Dalil-dalil tentang Puasa Syawal,
Dari Abu Ayyub radhiyallahu anhu, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Siapa yang berpuasa Ramadhan dan melanjutkannya dengan 6 hari pada Syawal, maka itulah puasa seumur hidup.” (Hadits Riwayat Muslim 1984, Ahmad 5/417, Abu Dawud 2433, At-Tirmidzi 1164)
Hukum Puasa Syawal
Hukumnya adalah sunnah: “Ini adalah hadits shahih yang menunjukkan bahwa berpuasa 6 hari pada Syawal adalah sunnah. Asy-Syafi’i, Ahmad dan banyak ulama terkemuka mengikutinya. Tidaklah benar untuk menolak hadits ini dengan alasan-alasan yang dikemukakan beberapa ulama dalam memakruhkan puasa ini, seperti; khawatir orang yang tidak tahu menganggap ini bagian dari Ramadhan, atau khawatir manusia akan menganggap ini wajib, atau karena dia tidak mendengar bahwa ulama salaf biasa berpuasa dalam Syawal, karena semua ini adalah perkiraan-perkiraan, yang tidak bisa digunakan untuk menolak Sunnah yang shahih. Jika sesuatu telah diketahui, maka menjadi bukti bagi yang tidak mengetahui.” (Fataawa Al-Lajnah Ad-Daa’imah lil Buhuuts wal Ifta’, 10/389)
Hal-hal yang berkaitan dengannya adalah:
1. Tidak harus dilaksanakan berurutan.
Hari-hari ini (berpuasa syawal-) tidak harus dilakukan langsung setelah ramadhan. Boleh melakukannya satu hari atau lebih setelah ‘Id, dan mereka boleh menjalankannya secara berurutan atau terpisah selama bulan Syawal, apapun yang lebih mudah bagi seseorang. … dan ini (hukumnya-) tidaklah wajib, melainkan sunnah.” (Fataawa Al-Lajnah Ad-Daa’imah lil Buhuuts wal Ifta’, 10/391)
Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:
Shahabat-shahabat kami berkata: adalah mustahab untuk berpuasa 6 hari Syawal. Dari hadits ini mereka berkata: Sunnah mustahabah melakukannya secara berurutan pada awal-awal Syawal, tapi jika seseorang memisahkannya atau menunda pelaksanaannya hingga akhir Syawal, ini juga diperbolehkan, karena dia masih berada pada makna umum dari hadits tersebut. Kami tidak berbeda pendapat mengenai masalah ini dan inilah juga pendapat Ahmad dan Abu Dawud.” (Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab)
Bagaimanapun juga bersegera adalah lebih baik: Berkata Musa: ‘Itulah mereka telah menyusul aku. Dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Rabbi, supaya Engkau ridho kepadaku. [QS Thoha: 84]
2. Tidak boleh dilakukan jika masih tertinggal dalam Ramadhan
Jika seseorang tertinggal beberapa hari dalam Ramadhan, dia harus berpuasa terlebih dahulu, lalu baru boleh melanjutkannya dengan 6 hari puasa Syawal, karena dia tidak bisa melanjutkan puasa Ramadhan dengan 6 hari puasa Syawal, kecuali dia telah menyempurnakan Ramadhan-nya terlebih dahulu.” (Fataawa Al-Lajnah Ad-Daa’imah lil Buhuuts wal Ifta’, 10/392)
Tanya : Bagaimana kedudukan orang yang berpuasa enam hari di bulan syawal padahal punya qadla (mengganti) Ramadhan ?
Jawab : Dasar puasa enam hari syawal adalah hadits berikut
Barangsiapa berpuasa Ramadhan lalu mengikutinya dengan enam hari Syawal maka ia laksana mengerjakan puasa satu tahun.”
Jika seseorang punya kewajiban qadla puasa lalu berpuasa enam hari padahal ia punya kewajiban qadla enam hari maka puasa syawalnya tak berpahala kecuali telah mengqadla ramadlannya (Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin)
Hukum mengqadha enam hari puasa Syawal
Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Baaz ditanya : Seorang wanita sudah terbiasa menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal setiap tahun, pada suatu tahun ia mengalami nifas karena melahirkan pada permulaan Ramadhan dan belum mendapat kesucian dari nifasnya itu kecuali setelah habisnya bulan Ramadhan, setelah mendapat kesucian ia mengqadha puasa Ramadhan. Apakah diharuskan baginya untuk mengqadha puasa Syawal yang enam hari itu setelah mengqadha puasa Ramadhan walau puasa Syawal itu dikerjakan bukan pada bulan Syawal ? Ataukah puasa Syawal itu tidak harus diqadha kecuali mengqadha puasa Ramadhan saja dan apakah puasa enam hari Syawal diharuskan terus menerus atau tidak ?
Jawaban
Puasa enam hari di bulan Syawal, sunat hukumnya dan bukan wajib berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Artinya : Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan kemudian disusul dengan puasa enam hari di bulan Syawal maka puasanya itu bagaikan puasa sepanjang tahun” (Dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya)
Hadits ini menunjukkan bahwa puasa enam hari itu boleh dilakukan secara berurutan ataupun tidak berurutan, karena ungkapan hadits itu bersifat mutlak, akan tetapi bersegera melaksanakan puasa enam hari itu adalah lebih utama berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya) : “..Dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Rabbku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku)” [Thaha : 84]
Juga berdasarakan dalil-dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah yang menunjukkan kutamaan bersegera dan berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan. Tidak diwajibkan untuk melaksanakan puasa Syawal secara terus menerus akan tetapi hal itu adalah lebih utama berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya) : “Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus dikerjakan walaupun sedikit
Tidak disyari’atkan untuk mengqadha puasa Syawal setelah habis bulan Syawal, karena puasa tersebut adalah puasa sunnat, baik puasa itu terlewat dengan atau tanpa udzur.
Mengqadha enam hari puasa Ramadhan di bulan Syawal, apakah mendapat pahala puasa Puasa Sunnah Bulan Syawal enam hari
Pertanyaan
Syaikh Abduillah bin Jibrin ditanya : Jika seorang wanita berpuasa enam hari di bulan Syawal untuk mengqadha puasa Ramadhan, apakah ia mendapat pahala puasa enam hari Syawal ?
Jawaban
Disebutkan dalam riwayat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda (yang artinya) : “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa enam hari bulan Syawal maka seakan-akan ia berpuasa setahun
Hadits ini menunjukkan bahwa diwajibkannya menyempurnakan puasa Ramadhan yang merupakan puasa wajib kemudian ditambah dengan puasa enam hari di bulan Syawal yang merupakan puasa sunnah untuk mendapatkan pahala puasa setahun. Dalam hadits lain disebutkan (yang artinya) : “Puasa Ramadhan sama dengan sepuluh bulan dan puasa enam hari di bulan Syawal sama dengan dua bulan
Yang berarti bahwa satu kebaikan mendapat sepuluh kebaikan, maka berdasarkan hadits ini barangsiapa yang tidak menyempurnakan puasa Ramadhan dikarenakan sakit, atau karena perjalanan atau karena haidh, atau karena nifas maka hendaknya ia menyempurnakan puasa Ramadhan itu dengan mendahulukan qadhanya dari pada puasa sunnat, termasuk puasa enam hari Syawal atau puasa sunat lainnya. Jika telah menyempurnakan qadha puasa Ramadhan, baru disyariatkan untuk melaksanakan puasa enam hari Syawal agar bisa mendapatkan pahala atau kebaikan yang dimaksud. Dengan demikian puasa qadha yang ia lakukan itu tidak bersetatus sebagai puasa sunnat Syawal.
Apakah suami berhak untuk melarang istrinya berpuasa Syawal
Pertanyaan
Syaikh Abdullah bin Jibrin ditanya : Apakah saya berhak untuk melarang istri saya jika ia hendak melakukan puasa sunat seperti puasa enam hari Syawal ? Dan apakah perbuatan saya itu berdosa ?
Jawaban
Ada nash yang melarang seorang wanita untuk berpuasa sunat saat suaminya hadir di sisinya (tidak berpergian/safar) kecuali dengan izin suaminya, hal ini untuk tidak menghalangi kebutuhan biologisnya. Dan seandainya wanita itu berpuasa tanpa seizin suaminya maka boleh bagi suaminya untuk membatalkan puasa istrinya itu jika suaminyta ingin mencampurinya. Jika suaminya itu tidak membutuhkan hajat biologis kepada istrinya, maka makruh hukumnya bagi sang suami untuk melarang istrinya berpuasa jika puasa itu tidak membahayakan diri istrinya atau menyulitkan istrinya dalam mengasuh atau menyusui anaknya, baik itu berupa puasa Syawal yang enam hari itu ataupun puasa-puasa sunnat lainnya.
Hukum puasa sunnah bagi wanita bersuami
Pertanyaan
Syaikh Shalih Al-Fauzan ditanya : Bagaimanakah hukum puasa sunat bagi wanita yang telah bersuami ?
Jawaban
Tidak boleh bagi wanita untuk berpuasa sunat jika suaminya hadir (tidak musafir) kecuali dengan seizinnya, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya) : “Tidak halal bagi seorang wanita unruk berpuasa saat suminya bersamanya kecuali dengan seizinnya” dalam riwayat lain disebutkan : “kecuali puasa Ramadhan”
Adapun jika sang suami memperkenankannya untuk berpuasa sunat, atau suaminya sedang tidak hadir (bepergian), atau wanita itu tidak bersuami, maka dibolehkan baginya menjalankan puasa sunat, terutama pada hari-hari yang dianjurkan untuk berpuasa sunat yaitu : Puasa hari Senin dan Kamis, puasa tiga hari dalam setiap bulan, puasa enam hari di bulan Syawal, puasa pada sepuluh hari di bulan Dzulhijjah dan di hari ‘Arafah, puasa ‘Asyura serta puasa sehari sebelum atau setelahnya. (Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita Muslimah, Amin bin Yahya Al-Wazan)
Sumber : www.salafy.or.id
Hukum Seputar Puasa Syawal
Pertanyaan:
Apakah puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal harus dilakukan secara langsung setelah ‘iedul fitri atau tidak ? Apakah harus berturut turut atau tidak ?
Jawaban :
Yang demikian tidak harus dilakukan secara langsung setelah ‘ied, boleh dilakukan 2 atau 3 hari setelahnya. Demikian juga tidak harus berturut-turut, boleh dilakukan secara terpisah, yang demikian sesuai kemudahan tiap-tiap muslim dalam melakukannya. (Fatwa Lajnah Da’imah no. 3475 ,Ketua Lajnah Syaikh bin Baz)
Pertanyaan:
Istriku hamil di bulan Ramadhan. Aku juga mengeluarkan zakat untuk janinnya . Qodarullah, beberapa hari setelah ‘ied istriku melahirkan bayi kembar 2, apakah aku wajib untuk mengeluarkan zakat untuk janin yang kedua ?
Jawaban:
Tidak wajib bagimu untuk mengeluarkan zakat pada janin yang kedua yang sebelumnya engkau hanya mengeluarkan zakat untuk satu janin ( Fatwa Lajnah Da’imah no.10816, Ketua Lajnah Syaikh bin Baz)
(Diterjemahkan oleh Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid dari Fataawa Lajnah ad Da’imah, Syarhul Mumthi’ Ibnu Utsaimin, Fataawa wa Rasaail Ibnu Utsaimin, dan Majmu’Fataawa Syaikh Shalih Fauzan)
Bid’ah Hari Raya Ketupat di Bulan Syawal- Hari Raya Al Abrar
Di antara perkara yang diada-adakan (bid’ah) pada bulan Syawwal adalah bid’ah hari raya Al Abrar (orang-orang baik) (atau dikenal dengan hari raya Ketupat.pent.), yaitu hari kedelapan Syawwal.
Setelah orang-orang menyelesaikan puasa bulan Ramadhan dan mereka berbuka pada hari pertama bulan Syawwal -yaitu hari raya (iedul) fitri- mereka mulai berpuasa enam hari pertama dari bulan Syawwal dan pada hari kedelapan mereka membuat hari raya yang mereka namakan iedul abrar (biasanya dikenal dengan hari raya Ketupat. Pent )
Syaikhul Islam lbnu Taimiyah Rahimahullah- berkata: “adapun membuat musim tertentu selain musim yang disyariatkan seperti sebagian malam bulan Rabi’ul Awwal yang disebut malam maulid, atau sebagian malam bulan Rajab, tanggal 18 Dzulhijjah, Jum’at pertama bulan Rajab, atau tanggal 8 Syawwal yang orang-orang jahil menamakannya dengan hari raya Al Abrar ( hari raya Ketupat) ; maka itu semua adalah bid’ah yang tidak disunnahkan dan tidak dilakukan oleh para salaf. Wallahu Subhanahu wata’ala a’1am.
Peringatan hari raya ini biasanya dilakukan di salah satu masjid yang terkenal, para wanitapun berikhtilat (bercampur) dengan laki-laki, mereka bersalam-salaman dan mengucapkan lafadz-lafadz jahiliyyah tatkala berjabatan tangan, kemudian mereka pergi ke tempat dibuatnya sebagian makanan khusus untuk perayaan itu. (lihat : As Sunan wal mubtadi’at al muta’alliqah bil adzkar wassholawat karya Muhammad bin Abdis Salam As Syaqiriy hal. 166)
(Kitab Al Bida’ Al Hauliyyah karya : Abdullah bin Abdul Aziz At tuwaijiry. Cet. I Darul Fadhilah Riyadh, Hal. 350. Penterjemah : Muhammad Ar Rifa’i)
Hari kedelapan dari syawwal ini orang umum menamakannya sebagai Iedul Abrar (hari raya orang yang baik) yaitu orang-orang yang telah puasa enam hari syawwal. Namun hal ini adalah bid’ah. Maka hari ke delapan ini bukanlah sebagai hari raya, bukan untuk orang baik (abrar) dan bukan pula bagi orang jahat (Fujjar).
Sesungguhnya ucapan mereka (yaitu iedul abrar) mengandung konskwensi bahwa orang yang tidak puasa enam hari dari syawwal maka bukan termasuk orang baik, demikian ini adalah keliru. Karena orang yang telah menunaikan kewajibannya maka dia, tanpa diragukan adalah orang yang baik walaupun tentunya sebagian orang kebaikannya ada yang lebih sempurna dari yang lain. (Syarhul Mumti’ Karya As Syaikh Ibnu Utsaimin jilid 6 bab shaum Tathawwu’)

Wednesday, August 22, 2012

download mp3 Al Qur'an tanpa terjemahan

Surah 001 - Al-Fatiha (The Opening).mp3

Surah 002 - Al-Baqarah( The Cow).mp3

Surah 003 - Al-Imran.mp3

Surah 004 - An-Nissa (The Women).mp3

Surah 005 - Al-Maidah (The Table Spread).mp3

Surah 006 - Al-An'am (The Cattle).mp3

Surah 007 - Al-A'raf (The Heights).mp3

Surah 008 - Al-Anfal (The Spoils of War).mp3

Surah 009 - Al-Tauba (The Repentance).mp3

Surah 010 - Yunus (Jonah).mp3

Surah 011 - Hud (The Prophet Hud).mp3

Surah 012 - Yusuf (Joseph).mp3

Surah 013 - Ar-Ra'd (The Thunder).mp3

Surah 014 - Ibrahim (Abraham).mp3

Surah 015 - Al-Hijr (The Rocky Tract).mp3

Surah 016 - An-Nahl (The Bee) .mp3

Surah 017 - Al-Isra (The Journey by Night) .mp3

Surah 018 - Al-Kahf (The Cave) .mp3

Surah 019 - Maryam (Mary).mp3

Surah 020 - Ta-Ha .mp3

Surah 021 - Al-Anbiya.mp3

Surah 022 - Al-Hajj (The Pilgrimage).mp3

Surah 023 - Al-Mu'minun (The Believers).mp3

Surah 024 - Al-Nour (The Light).mp3

Surah 025 - Al-Furqan (The Criterion).mp3

Surah 026 - Ash-Shu'ara (The Poets).mp3

Surah 027 - An-Naml (The Ants).mp3

Surah 028 - Al-Qasas (The Narration).mp3

Surah 029 - Al-'Ankabut (The Spider).mp3

Surah 030 - Ar-Rum (The Romans).mp3

Surah 031 - Luqman (Luqman).mp3

Surah 032 - As-Sajdah (The Prostration).mp3

Surah 033 - Al-Ahzab (The Confederates).mp3

Surah 034 - Saba' (Sheba) .mp3

Surah 035 - Fatir (The Originator of Creation).mp3

Surah 036 - Ya-Sin (Ya-Sin).mp3

Surah 037 - As-Saffat (The Rangers).mp3

Surah 038 - Suad.mp3

Surah 039 - Az-Zumar (The Groups).mp3

Surah 040 - Ghafir (The Forgiver).mp3

Surah 041 - Fussilat (Explained in Detail).mp3

Surah 042 - Ash-Shura (The Consultation).mp3

Surah 043 - Az-Zukhruf (The Gold Adornments).mp3

Surah 044 - Ad-Dukhan (The Smoke).mp3

Surah 045 - Al-Jathiya (The Kneeling).mp3

Surah 046 - Al-Ahqaf (The Curved Sandhills).mp3

Surah 047 - Muhammad.mp3

Surah 048 - Al-Fath (The Victory).mp3

Surah 049 - Al-Hujurat (The Dwellings).mp3

Surah 050 - Qaf.mp3

Surah 051 - Az-Zariyat (The Winds that Scatter).mp3

Surah 052 - At-Tur (The Mount).mp3

Surah 053 - An-Najm (The Star).mp3

Surah 054 - Al-Qamar (The Moon).mp3

Surah 055 - Ar-Rahman (The Most Beneficent).mp3

Surah 056 - Al-Waqi'a (The Event).mp3

Surah 057 - Al-Hadid (Iron).mp3

Surah 058 - Al-Mujadilah (The Disputation).mp3

Surah 059 - Al-Hashr (The Gathering).mp3

Surah 060 - Al-Mumtahinah (The Examined One).mp3

Surah 061 - As-Saff (The Row).mp3

Surah 062 - Al-Jumu'ah (Friday).mp3

Surah 063 - Al-Munafiqun (The Hypocrites).mp3

Surah 064 - At-Taghabun (Loss and Gain).mp3

Surah 065 - At-Talaq (The Divorce).mp3

Surah 066 - At-Tahrem (The Banning).mp3

Surah 067 - Al-Mulk (Dominion).mp3

Surah 068 - Al-Qalam (The Pen).mp3

Surah 069 - Al-Haqqah (The Reality).mp3

Surah 070 - Al-Ma'arig (The Ways of Ascent).mp3

Surah 071 - Nuh (Noah).mp3

Surah 072 - Al-Jinn (The Jinn).mp3

Surah 073 - Al-Muzzammil (Folded in Garments).mp3

Surah 074 - Al-Muddaththir (The One Enveloped).mp3

Surah 075 - Al-Qiyamah (The Resurrection).mp3

Surah 076 - Al-Insan (Man).mp3

Surah 077 - Al-Mursalat (Those Sent Forth).mp3

Surah 078 - An-Nab (The Great News).mp3

Surah 079 - An-Naziat (Those Who Pull Out).mp3

Surah 080 - Abasa (He Frowned).mp3

Surah 081 - At-Takwir (The Folding Up).mp3

Surah 082 - Al-Infitar (The Cleaving).mp3

Surah 083 - Al-Mutaffifin (Those Who Deal in Fraud).mp3

Surah 084 - Al-Inshiqaq (The Splitting Asunder).mp3

Surah 085 - Al-Buruj (The Big Stars).mp3

Surah 086 - At-Tariq (The Night-Comer).mp3

Surah 087 - Al-A'la (The Most High).mp3

Surah 088 - Al-Ghashiyah (The Overwhelming).mp3

Surah 089 - Al-Fajr (The Dawn).mp3

Surah 090 - Al-Balad (The City).mp3

Surah 091 - Ash-Shams (The Sun).mp3

Surah 092 - Al-Lail (The Night).mp3

Surah 093 - Ad-Duha (The Forenoon - After Sunrise).mp3

Surah 094 - Ash-Sharh (The Opening Forth).mp3

Surah 095 - At-Tin (The Fig).mp3

Surah 096 - Al-Alaq (The Clot).mp3

Surah 097 - Al-Qadr (The Night of Decree).mp3

Surah 098 - Al-Baiyinah (The Clear Evidence).mp3

Surah 099 - Az-Zalzalah (The Earthquake).mp3

Surah 100 - Al-'Adiyat (Those That Run).mp3

Surah 101 - Al-Qari'ah (The Striking Hour).mp3

Surah 102 - At-Takathur (The Piling Up).mp3

Surah 103 - Al-'Asr (The Time).mp3

Surah 104 - Al-Humazah (The Slanderer).mp3

Surah 105 - Al-Fil (The Elephant).mp3

Surah 106 - Quraish (Quraish).mp3

Surah 107 - Al-Ma'un (The Small Kindnesses).mp3

Surah 108 - Al-Kauthar (A River in Paradise).mp3

Surah 109 - Al-Kafirun (The Disbelievers).mp3

Surah 110 - An-Nasr (The Help).mp3

Surah 111 - Al-Masad (The Palm Fiber).mp3

Surah 112 - Al-Ikhlas (The Purity).mp3

Surah 113 - Al-Falaq (The Day Break).mp3

Surah 114 - An-Nas (The Mankind).mp3




Tuesday, August 21, 2012

Keutamaan Puasa Syawal

KEUTAMAAN PUASA ENAM HARI DI BULAN SYAWAL
Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu 'anhu meriwayatkan, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun . (HR. Muslim).
Imam Ahmad dan An-Nasa'i, meriwayatkan dari Tsauban, Nabi shallallahu 'alaihi wasalllam bersabda:
"Puasa Ramadhan (ganjarannya) sebanding dengan (puasa) sepuluh bulan, sedangkan puasa enam hari (di bulan Syawal, pahalanya) sebanding dengan (puasa) dua bulan, maka itulah bagaikan berpuasa selama setahun penuh." ( Hadits riwayat Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam "Shahih" mereka.)
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Barangsiapa berpuasa Ramadham lantas disambung dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia bagaikan telah berpuasa selama setahun. " (HR. Al-Bazzar) (Al Mundziri berkata: "Salah satu sanad yang befiau miliki adalah shahih.")
Pahala puasa Ramadhan yang dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal menyamai pahala puasa satu tahun penuh, karena setiap hasanah (tebaikan) diganjar sepuluh kali lipatnya, sebagaimana telah disinggung dalam hadits Tsauban di muka.
Membiasakan puasa setelah Ramadhan memiliki banyak manfaat, di antaranya :
1. Puasa enam hari di buian Syawal setelah Ramadhan, merupakan pelengkap dan penyempurna pahala dari puasa setahun penuh.
2. Puasa Syawal dan Sya'ban bagaikan shalat sunnah rawatib, berfungsi sebagai penyempurna dari kekurangan, karena pada hari Kiamat nanti perbuatan-perbuatan fardhu akan disempurnakan (dilengkapi) dengan perbuatan-perbuatan sunnah. Sebagaimana keterangan yang datang dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di berbagai riwayat. Mayoritas puasa fardhu yang dilakukan kaum muslimin memiliki kekurangan dan ketidak sempurnaan, maka hal itu membutuhkan sesuatu yang menutupi dan menyempurnakannya.
3. Membiasakan puasa setelah Ramadhan menandakan diterimanya puasa Ramadhan, karena apabila Allah Ta'ala menerima amal seorang hamba, pasti Dia menolongnya dalam meningkatkan perbuatan baik setelahnya. Sebagian orang bijak mengatakan: "Pahala'amal kebaikan adalah kebaikan yang ada sesudahnya." Oleh karena itu barangsiapa mengerjakan kebaikan kemudian melanjutkannya dengan kebaikan lain, maka hal itu merupakan tanda atas terkabulnya amal pertama.
Demikian pula sebaliknya, jika seseorang melakukan suatu kebaikan lalu diikuti dengan yang buruk maka hal itu merupakan tanda tertolaknya amal yang pertama.
4. Puasa Ramadhan -sebagaimana disebutkan di muka- dapat mendatangkan maghfirah atas dosa-dosa masa lain. Orang yang berpuasa Ramadhan akan mendapatkan pahalanya pada hari Raya'ldul Fitri yang merupakan hari pembagian hadiah, maka membiasakan puasa setelah 'Idul Fitri merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat ini. Dan sungguh tak ada nikmat yang lebih agung dari pengampunan dosa-dosa.
Oleh karena itu termasuk sebagian ungkapan rasa syukur seorang hamba atas pertolongan dan ampunan yang telah dianugerahkan kepadanya adalah dengan berpuasa setelah Ramadhan. Tetapi jika ia malah menggantinya dengan perbuatan maksiat maka ia termasuk kelompok orang yang membalas kenikmatan dengan kekufuran. Apabila ia berniat pada saat melakukan puasa untuk kembali melakukan maksiat lagi, maka puasanya tidak akan terkabul, ia bagaikan orang yang membangun sebuah bangunan megah lantas menghancurkannya kembali. Allah Ta'ala berfirman:
"Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai berai kembali "(An-Nahl: 92)
5. Dan di antara manfaat puasa enam hari bulan Syawal adalah amal-amal yang dikerjakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya pada bulan Ramadhan tidak terputus dengan berlalunya bulan mulia ini, selama ia masih hidup.
Orang yang setelah Ramadhan berpuasa bagaikan orang yang cepat-cepat kembali dari pelariannya, yakni orang yang baru lari dari peperangan fi sabilillah lantas kembali lagi. Sebab tidak sedikit manusia yang berbahagia dengan berlalunya Ramadhan sebab mereka merasa berat, jenuh dan lama berpuasa Ramadhan.
Barangsiapa merasa demikian maka sulit baginya untuk bersegera kembali melaksanakan puasa, padahal orang yang bersegera kembali melaksanakan puasa setelah 'Idul Fitri merupakan bukti kecintaannya terhadap ibadah puasa, ia tidak merasa bosam dan berat apalagi benci.
Seorang Ulama salaf ditanya tentang kaum yang bersungguh-sungguh dalam ibadahnya pada bulan Ramadhan tetapi jika Ramadhan berlalu mereka tidak bersungguh-sungguh lagi, beliau berkomentar:
"Seburuk-buruk kaum adalah yang tidak mengenal Allah secara benar kecuali di bulan Ramadhan saja, padahal orang shalih adalah yang beribadah dengan sungguh-sunggguh di sepanjang tahun."
Oleh karena itu sebaiknya orang yang memiliki hutang puasa Ramadhan memulai membayarnya di bulan Syawal, karena hal itu mempercepat proses pembebasan dirinya dari tanggungan hutangnya. Kemudian dilanjutkan dengan enam hari puasa Syawal, dengan demikian ia telah melakukan puasa Ramadhan dan mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal.
Ketahuilah, amal perbuatan seorang mukmin itu tidak ada batasnya hingga maut menjemputnya. Allah Ta'ala berfirman :
"Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal) " (Al-Hijr: 99)
Dan perlu diingat pula bahwa shalat-shalat dan puasa sunnah serta sedekah yang dipergunakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala pada bulan Ramadhan adalah disyari'atkan sepanjang tahun, karena hal itu mengandung berbagai macam manfaat, di antaranya; ia sebagai pelengkap dari kekurangan yang terdapat pada fardhu, merupakan salah satu faktor yang mendatangkan mahabbah (kecintaan) Allah kepada hamba-Nya, sebab terkabulnya doa, demikian pula sebagai sebab dihapusnya dosa dan dilipatgandakannya pahala kebaikan dan ditinggikannya kedudukan.
Hanya kepada Allah tempat memohon pertolongan, shalawat dan salam semoga tercurahkan selalu ke haribaan Nabi, segenap keluarga dan sahabatnya.

Sunday, August 19, 2012

ANGRY BIRD PUN GAK BOLEH MARAH SAAT LEBARAN


Ucapan Hari Raya Idul Fitri 2012

" Selamat hari lebaran minal aidzin walfaidzin , mohon maaf lahir dan batin".Masih bingung mau ucapin apa untuk saudara, teman dan kerabat kita, ambil aja dari sini. Dijamin Free.

Sejalan dengan berlalunya Ramadhan ini
Kemenangan akan kita gapai
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
Dalam kemiskinan harta ada kekeyaan jiwa
Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
Hidup ini indah kalau segalanya karna Allah SWT
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H
Taqobaallahu mina wa minkum, mohon maaf lahir dan batin

Jika hati sejernih air jangan biarkan dia keruh
Jika hati seputih awan, jangan biarkan dia mendung
Jika hati seindah bulan, hiasi dia dengan iman
Mohon Maaf Lahir Dan Batin

Bila kata pernah merangkai dusta
Bila hati pernah berprasangka
Bila langkah membekas lara
Mohon buka kan pintu maaf untuk menebus dosa
Selamat idul fitri, mohon maaf lahir batin

Waktu terus mengalir
Ramadhan suci telah berakhir
Untuk salah yang pernah ada
Untuk khilaf yang sempat terucap
Pintu maaf selalu ku harap
Selamat hari raya idul fitri

Terselip khilaf dalam canda ku
Tergores luka dalam candaku
Terbelit pilu dalam tingkahku
Tersinggung rasa dalam bicaraku
Hari kemenangan telah tiba
Semoga segala dosa dan kesalahan terampuni
Mari kita bersihkan diri dihari yang fitri
Selamat idul fitri,mohon maaf lahir batin

Dia pergi dengan bersahaja
Meninggalkn berkah an pengampunan
Meninggalkan jejak pahal
Membawa mimpi kesurga
Selamat idul fitri, mohon maaf lahir batin

Satu yang pasti dalam hidup
Kita akan kembali kepadanya
Mumpung masi hidup, ayo sirahturahmi di hari yang fitri
Mohon maaf lahir dan batin

Bibirku bak pisau
Perbuatan ku bak iblis
Ku goreskan luka dalam hatimu
Maafkan atas kesalahan ku
Selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin

Bila ada kata terselip, Dusta
Ada sikap membekas, Lara
semoga masi ada maaf tersisa
Mohon maaf lahir batin iya

Menyambung kasih
Merajut cinta
Berbalas ihklas
Berharap doa
Semasa hidup berlimpah khilaf dan dosa
Berharap di basuh maaf, mohom maaf lahir batin

Andai jarak tak kuasa berjabat
Setidaknya kata masi dapat terungkap
Tulus hati aku meminta maaf
Selamat hari raya idul fitri

Ijinkan saya bersajak
Untuk lisan yang tak terjaga
Untuk janji yang telah terabaikan
Untuk hati yang berprasangka
Untuk sikap yang menyakitkan
Dihari yang fitri ini, dengan tulus hati
Saya mengucapkan Mohon Maaf Lahir Dan Batin

Mata kadang salah melihat
Mulut kadang salah mengucap
Hati kadang salah menduga
Dengan niat tulus suci dan ihklas
Mohon maaf lahir dan batin

Ramadhan membasuh hati yang berjaga
Saatnya meraih rahmat dan ampunan-nya
Untuk lisan dan tutur sikap yang tak terjaga
Mohon maaf, di bukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya

Fitrah" sejati adalah yang menggambarkan allah
Dan syariat-Nya di alam jiwa
Di dunia nyata, dalam segala gerak
Di sepanjang nafas dan langkah
Semoga seperti itulah diri kita di hari kemenangan ini
Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin

Seiring cahaya maaf di bulan syawal
Kuberi maafku setulus hati mu
Dan ku minta maaf sedalam batinku
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Dan Batin

Bila Idul Fitri adalah lentera,izinkan membuka tabirnya dengan maaf agar cahayanya menembus jiwa fitrah dari tiap khilafSelamat Hari Raya Idul Fitri 1432H…

Sebelum Ramadhan pergiSebelum Idul fitri datangSebelum operator sibukSebelum sms pending muluSebelum pulsa habisDari hati ngucapin MINAL AIDZIN WAL FAIDZINMOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
Walau Hati `gak sebening XL dan secerah MENTARI.Banyak khilaf yang buat FREN kecewa,kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS-kan diri dari ROAMING dosa,kita hanya bisa angkat JEMPOL padaNya yang selalu buat kita HOKI dalam mencari kartu AS dan STAR ONE selama hidup, kita harus FLEXI-bel untuk menerima semua pemberianNYA dan menjalani MATRIX kehidupan ini… dan semoga amal kita tidak ESIA-ESIA.MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

Ramadhan membasuh hati yang berjelagaSaatnya meraih rahmat dan ampunan-NyaUntuk lisan dan sikap yang tak terjagaMohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya.Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1433 HMinal Aidin Wal Faidzin Taqabalallahu minnaa wa minkum

Sayup terdengar takbir berkumandangTanda Ramadhan akan lewatAmpunan diharap, barokah didapatTaqobalallahu minna wa minkumMohon maaf lahir dan bathin

Bryan Adams said “Please Forgive Me..”Rio Febrian said “Ooo.. Maaf, maafkan diriku..”Ruben Studdard said “Well this is my sorry for 2004.”Yuni Shara said “Mengapa tiada maaf bagiku.”Elton John said

“Sorry seems to be the hardest word.”Mpok Minah said “Maaf.. bukannya saya ngak ngerti.. bukannya saya nggak sopan..”I said “Minal Aidin wal faizin..”

Bila ada langkah membekas laraAda kata merangkai dustaAda tingkah menoreh lukaMohon maaf lahir dan bathinSelamat hari raya Idul Fitri 1433 H

Ketupat udah dipotongOpor udah dibikinNastar udah dimejaKacang udah digareminGak afdhol kalo gak Minal Aidin wal FaizinTaqobalallahu minna wa minkum

Sebelum takbir berkumandangSebelum ajal menjemputSebelum jaringan over loadIjinkan kami memohon maaf lahir dan bathin

The holy and beautiful Syawal will come soonThere is no word proper to welcome itExcept the word of pray and forgivenessMy Majesty if you forgive all my faultAnd hope your worship accepted by Allah The God of Merciful and the Beneficent

Bulan Ramadhan telah berlaluDan hari Kemenangan telah datangUntuk itu mari kita bersihkan hati dan jiwa kitaDari gelimang dosaMohon Maaf Lahir dan Bathin

Berbuat khilaf adalah sifatMeminta maaf adalah kewajibanDan kembalinya Fitrah adalah tujuanMOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

Ramadhan telah surutHari yang Fitri telah terbitMaaf kumohonkanAgar hati bersih dari dosaMinal Aidin wal Faizin

Jika langkahku membekas lara,Kataku merangkai dusta;Lakuku menoreh luka;Dari jeritan lubuk bathinkuDengan ketulusan hatikuKomohonkan maaf lahir bathinkuTaqobalallahu minna wa minkumMinal Aidin wal

FaizinMohon Maaf Lahir dan BathinSelamat Hari Raya Idul Fitri1 Syawal 1433 H

Andai tangan tak kuasa menjabatSetidaknya kata masih dapat terungkapSetulus hati mengucapkanSelamat Idul Fitri, Mohon maaf lahir & batinRidho Allah dan berkahNyaMenyertai hambanyaYang saling ucapkan maafDan memberi maafSelamat Hari Raya Idul Fitri 1433 HMaaf Lahir Bathin

Ijinkan saya bersajakUntuk LISAN yang tak terJAGAUntuk JANJI yang terABAIKANUntuk HATI yang berPRASANGKAUntuk SIKAP yang meNYAKITKANDi hari yang FITRI ini, dengan TULUS HATISaya mengucapkan mohon MAAF LAHIR & BATHINSemoga ALLAH selalu membimbing kita Bersama di jalanNYA

Sepuluh jari kutangkupkanMaaf Lahir Bathin kupohonkanTaqobalallahu minna wa minkumMinal Aidin wal Faizin

Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini Kemenangan akan kita gapai Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT Kami sekeluarga menghaturkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H Taqobalallahu minna wa minkum Mohon maaf lahir dan bathin

Mata bisa salah lihat Kuping bisa salah dengar Mulut bisa salah bicara Hati bisa salah sangka Di hari yang fitri ini Mohon maaf lahir dan bathin

Jika aku tak memberi maaf Bukan karena aku tak mau memberi maaf Tetapi engkau tak punya salah Maaf apa yang harus kuberikan?

Jika aku meminta maaf Bukan karena hari ini Lebaran Tetapi karena Ridho Allah SWT Yang telah membukakan pintu kejujuran hati nurani Untuk mengakui segala khilaf dan alpa Dengan segenap cemas dan sesal Aku memohon maaf

Tag:
ucapan selamat hari rayahari raya sms ucapanhari raya smssms hari raya idul fitrisms ucapan selamat hari rayasms ucapan hari rayasms hari rayaucapan selamat hari raya idul fitriucapan selamat idul fitrisms ucapan selamat hari raya idul fitrihari raya ucapanselamat hari raya sms,ucapan selamat hari raya 2012ucapan selamat hari raya 2012ucapan selamat hari raya idul fitrisms ucapan hari raya idul fitriucapan hari raya idul fitrisms selamat hari rayaramadhan 2012cara mengucapkan selamat idul fitrikartu ucapan selamat hari raya idul fitriucapan selamat hari raya lucugambar ucapan selamat idul fitriucapan selamat lebaran,

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls