Friday, January 25, 2013

WARTA KATIGA EDISI I



MENGAPA DIPERLUKAN K3 RS ?
Rumah sakit adalah suatu tempat kerja dengan kondisi yang mempunyai bahaya resiko kesehatan, sehingga harus menerapkan upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 432/MENKES/SK/IV/2007 tentang Pedoman Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Rumah Sakit.
Rumah sakit merupakan suatu industri jasa yang padat karya, padat pakar, padat modal dan padat teknologi serta bidang pekerjaan dengan tingkat keterlibatan manusia yang tinggi dan terbukanya akses bagi bukan pekerja RS dengan leluasa dengan kegiatan yang terus menerus sepanjang hari, sehingga resiko terjadinya Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan Kecelakaan Kerja (KK) sangat tinggi oleh karena itu upaya K3 sudah menjadi suatu keharusan.
Selain dituntut mampu memberikan pelayanan dan pengobatan yang bermutu, rumah sakit harus menjadi patient & provider safety (hospital safety) sehingga mampu melindungi pasien,pengunjung, pekerja dan masyarakat sekitar rumah sakit dari berbagai potensi bahaya di rumah sakit.
Oleh karena itu rumah sakit dituntut untuk melaksanakan upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang dilaksanakan secara  terintegrasi dan menyeluruh.
Bahaya-Bahaya Potensial (Potential Hazards) Di Rumah Sakit
Bahaya-bahaya potensial di RS al: faktor biologi (virus, bakteri, jamur,dll); kimia (sitostatika, antibiotika, anti septic, gas anasthesi, dll); ergonomik (cara kerja yang salah,dll); fisik (suhu, cahaya, bising, listrik,getaran, radiasi, dll); psikososial (kerja shift, hubungan sesama pekerja/atasan,dll) dapat menyebabkan PAK dan KK.
Pada umumnya pemaparan yang terjadi di RS adalah dalam dosis kecil yang terus menerus, sehingga factor-faktor tsb harus diidentifikasi dan dinilai untuk menentukan tingkat risiko, yang merupakan tolok ukur kemungkinan terjadinya PAK dan KAK.
APA YANG TELAH TERJADI DI DUNIA ?
Secara global data WHO : dari 35 juta pekerja kesehatan :
1.   3 juta terpajan patogen darah
a.    2 juta terpajan virus HBV,
b.    0,9 juta terpajan virus HBC
c.    170.000 terpajan virus HIV/AIDS.
2. Dapat terjadi : 15.000 HBC, 70.000 HBB, & 1000 kasus HIV.
3. Lebih dari 90% terjadi dinegara berkembang.
4. 8-12% pekerja RS sensitive terhadap sarung tangan lateks.
5. Data ILO (2000); kematian akibat penyakit menular yang berhubungan dengan pekerjaan : Laki-laki : 108 – 256 dan perempuan 517 – 404.
6. USA : tiap tahun 5000 petugas kesehatan terinfeksi hepatitis B, 47 positif HIV dan setiap tahun 600.000 – 1 juta luka tusuk jarum dilaporkan (diperkirakan > 60 % tidak dilaporkan).
7. SC-Amerika (1998) mencatat frekuensi angka KAK di RS  > tinggi 41% dibanding pekerja lain dengan angka KAK terbesar adalah NSI (Needle Stick Injuries).
8. Staf wanita RS yang terpajan gas anasthesi, secara signifikan meningkatkan abortus spontan, anak yang dilahirkan mengalami kelainan congenital (study retrospektif di RS Ontario thd 8.032 orang, th 1981-1985).
9. 41% perawat RS mengalami occupational low back pain,(Herber P et al,1985).

Bagaimana Di Indonesia ?
1.    Gaya berat yang ditanggung pekerja rata-rata lebih dari 20 kg. keluhan subyektif LBP didapat pada 83,3% pekerja. Penderita terbanyak usia 30-49 th: 63,3% (IBS RSUD di Jakarta 2006).
2.    Penelitian dr Joseph th 2005-2007 angka NSI (Needle Stick Injury) 38-73 % total petugas kesehatan.
3.    Insiden akut secara signifikan lebih besar terjadi pada pekerja RS dibandingkan dengan seluruh pekerja disemua kategori (sex, ras, umur, dan status pekerjaan. (Gun 1983).



Apa Yg Kita Lakukan Bila Terjadi Kecelakaan Kerja Di Rumah Sakit?
Saat jam kerja:
1.    Kecelakaan kecil dan bisa ditangani di tempat kerja,
a.    lakukan pertolongan secepatnya
b.    Laporkan kejadian  kepada PJ Ruangan/Ka Instalasi anda.
c.    Laporkan kejadian ke Unit K3 (psw.659) dan isi formulir laporan kecelakaan kerja / KK1. (bisa diambil di UK3).
d.    Formulir laporan tersebut diisi, dan ditandatangani oleh Kepala Unit Kerja anda.
2.    Kecelakaan besar,
a.    laporkan kepada PJ Ruangan/Ka Instalasi dan UK3 per telepon, dan segera ke IGD untuk mendapatkan penanganan medis.
b.    Di IGD, selain laporan KK1 yang ditandatangani oleh Kepala Unit Kerja, ada KK3 yang diisi dan ditandatangani oleh Dokter Pemeriksa pertama di IGD dan KK4 yang harus diisi dan ditandatangani oleh Dokter yang memulangkan dari RS baik rawat inap atau rawat jalan.
c.    Serahkan formulir KK1, KK3 dan KK4 yang telah diisi UK3  dilampiri kuitansi pembayaran tagihan RS.
Diluar jam kerja:
1.    Laporkan kecelakaan kepada PJ Ruangan dan UK3 24 jam pada nomor telepon yang disediakan
2.    Formulir Laporan Kecelakaan Kerja yang telah diisi lengkap diserahkan kepada Unit K3 pada hari kerja untuk ditindaklanjuti.
Bagaimana dengan Needle Stick Injury?
1.    Tangani luka secepatnya. Daerah yang terluka disiram di air bersih yang mengalir dan tidak dipencet. Selanjutnya bersihkan daerah luka dengan antiseptic/alcohol 70%
2.    Laporkan kecelakaan tersebut kepada PJ Ruangan dan Unit K3
3.    Segera ke IGD untuk mendapatkan pemeriksaan dan telaah pemberian profilaksis paska pajanan.
4.    Formulir Laporan Paska Pajanan yang telah diisi di IGD diserahkan ke UK3 pada jam kerja.



Kegiatan untuk karyawan Mei 2011 – Januari 2012
KEGIATAN
DIUNDANG
DATANG
TAK DATANG
GCU
1860
1181 (64%)
679 (36%)
VAKSIN Hep B
325
288 (88%)
37 (12%)
Vaksinasi Hepatitis B dan GCU selanjutnya dalam proses pengusulan ke Direksi RS. Tunggu undangan selanjutnya, kami berharap peran aktif para karyawan semua.
BAHAYA LISTRIK BAGI MANUSIA
Aktivitas sehari-hari di Rumah Sakit  sangat membutuhkan listrik. 
Namun pada sisi lain, listrik sangat membahayakan keselamatan kalau tidak dikelola dengan baik. Sebagian besar orang pernah merasakan sengatan listrik, dari yang hanya merasa terkejut sampai merasa sangat menderita. Untuk mencegah  hal-hal yang tidak diinginkan, kita perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya listrik melalui peningkatan pemahaman terhadap sifat dasar listrik. 
Bahaya listrik dibedakan menjadi dua, yaitu :
1.    Bahaya primer adalah bahaya-bahaya yang disebabkan oleh listrik secara langsung, seperti bahaya sengatan listrik, terbakar dan ledakan.
2.    Bahaya sekunder adalah bahaya-bahaya yang diakibatkan listrik secara tidak langsung, misalnya jatuh dari suatu ketinggian, patah tulang, dll.

Dampak Sengatan Listrik Bagi Manusia
1.    Gagal jantung (Ventricular Fibrillation), yaitu berhentinya denyut jantung/denyutan sangat lemah sehingga tidak mampu mensirkulasikan darah dengan baik. Untuk mengembalikannya perlu bantuan dari luar.
2.    Gangguan pernafasan akibat kontraksi hebat (suffocation) paru-paru.
3.    Kerusakan sel tubuh akibat energi listrik yang mengalir di dalam tubuh,
4.     Terbakar akibat efek panas dari listrik.
 



Tuesday, January 8, 2013

Petunjuk Pengoperasian Hydrant


Petunjuk Pengoperasian Hydrant

Hydrant merupakan sebuah terminal air untuk bantuan darurat ketika terjadi kebakaran. Hydrant ini juga berfungsi untuk mempermudah proses penanggulangan ketika bencana kebakaran melanda. Hydrantmerupakan sebuah fasilitas wajib bagi bangunan-bangunan publik seperti pasar tradisional maupun modern, pertokoan, bahkan semestinya lingkungan perumahan pun harusnya ada fasilitas hydrant. Pada saat terjadi peristiwa kebakaran Fire Hydrant harus mudah terlihat dan segera dapat dipergunakan. National Fire Protection Association (NFPA) secara specifik menyatakan bahwa Fire Hydrantharus diwarnai dengan chrome yellow atau warna lain yang mudah terlihat termasuk diantaranya white, bright red, chrome silver dan lime-yellow, tetapi sebenarnya aspek terpenting adalah warna tersebut harus konsisten terutama dalam satu wilayah tertentu.

NFPA menyarankan bahwa secara umum ada perbedaan secara fungsi antaraFire Hydrant untuk kebutuhan perkotaaan (municipal system) dan kebutuhan pribadi (private system) termasuk di dalamnya untuk pabrik, sehingga harus ada perbedaan warna dan penandaan lainnya. Secara internasional warna violet (light purple) telah dikembangkan sebagai warna untuk non-potable water.

SUPPLYBODY COLOR
Municipal SystemChrome Yellow
Private SystemRed
Non-Potable SystemViolet (Light Purple)

Ciri penandaan lainnya adalah flow indicators, standar NFPA untuk bonnets(topi hydrant) dan caps (sumbat hydrant) harus diwarnai sesuai dengan indikasi kuatnya tekanan aliran hydrant (20 p.s.i.) dan kode standarnya sbb :


NFPA 291, Chap. 3

Class CLes Than 500 GPMRed
Class B500-999 GPMOrange
Class A1000-1499 GPM (3785 L/m)Green


HYDRANT SYSTEM 

Pada sistem ini dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian :
  1. Hydrant Box
    Hydrant Box ini dapat dibagi menjadi dua yaitu berupa Indoor Hydrant(terletak di dalam gedung) atau Outdoor Hydrant (terletak di luar gedung). Untuk pemasangan Hydrant Box di dalam ruangan pada bagian atasnya (menempel pada dinding) harus disertai pemasangan alarm bell. Pada Hydrant Box terdapat gulungan selang atau lebih dikenal dengan istilah Hose Reel.


    Indoor hydrant




    Outdoor Hydrant

  2. Hydrant Pillar
    Alat ini memiliki fungsi untuk menyuplai air dari PAM dan GWR gedung disalurkan ke mobil Pemadam Kebakaran agar Pemadam Kebakaran dapat menyiram air mobil ke gedung yang sedang terbakar. Alat ini diletakkan di bagian luar gedung yang jumlahnya serta peletakannya disesuaikan dengan luas gedung.

    Hydrant Pillar Satu






    Hydrant Pillar Dua


    Hydrant Monitor Hand Opereted



    Hydrant Monitor Travelling Turret

  3. Siamese Connection
    Alat ini memiliki fungsi untuk menyuplai air dari mobil Pemadam Kebakaran untuk disalurkan ke dalam sistem instalasi pipa pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang terpasang di dalam gedung selanjutnya dipancarkan melalui sprinkler–sprinkler dan hydrant box di dalam gedung. Alat ini diletakan pada bagian luar gedung yang jumlahnya serta peletakannya disesuaikan dengan luas dan kebutuhan gedung itu sendiri.

    Siamese Connection


Sprinkler


BAGIAN BAGIAN HYDRANT

  1. Kunci Hydrant
    Hydrant Key



    Toby & Hydrant Key

  2. Nozzle Hydrant
    Adalah alat yang digunakan pada selang hydrant yang terpasang di ujung selang untuk keluar air pada sistem hydrant.









    Nozzle Type Spray
    Memiliki dua fungsi :
    Fungsi Jet yaitu di gunakan untuk melakukan upaya pemadaman dengan 1 (satu) arah- Fungsi Spray yaitu di gunakan untuk melakukan upaya pemadaman sekaligus sebagai alat pelindung diri di karenakan peralatan tersebut dapat di putar ujung Nozlenya sehingga bisa mengeluarkan air dalam bentuk payung



    Jet Nozzle
    Memiliki dua ukuran :
    Untuk selang hydrant dalam ruang gedung = Jet Nozle ukuran 1, 5"
    Untuk selang hydrant luar gedung = Jet Nozle ukuran 2, 5"
    Sifat penggunaanya yaitu secara Vertikal (searah )




    Akron Nozzle
    Multipurpose fire Nozzle & Hydrant equipment
    Portable ground monitor
    Fixed hydrant Monitor
    Foam Inductor
    Electric Remote Control Monitor

  3. Selang Hydrant










KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN MENGGUNAKAN HYDRANT

Hydrant digunakan pada saat :
  1. Alat Pemadam Api Ringan sudah tidak bisa memadamkan api.
  2. Aliran listrik sudah dimatikan/dipadamkan.
  3. Jumlah personil sesuai dengan peralatan yang digunakan.
Keuntungan menggunakan Hydrant :
  1. Mudah didapat dalam jumlah banyak.
  2. Mudah diangkut dan dialirkan.
  3. Daya serap terhadap panas besar.
  4. Daya mengembang menjadi uap besar.
Kelemahan menggunakan Hydrant :
  1. Tidak bisa untuk kebakaran listrik.
  2. Untuk kebakaran minyak harus dengan cara spray dan teknik yang benar.

PERAWATAN HYDRANT
  1. Kunci Hydrant (wrench), Nozzle, dan Selang (Hose) harus dirawat dan disimpan dalam Hydrant Box.
  2. Selang pemadam harus diperiksa secara visual minimal sekali dalam sebulan.
  3. Nozzle harus diperiksa untuk mengetahui apakah mudah dioperasikan, retak atau korosi.
  4. Selesai digunakan selang harus dikosongkan dan dikeringkan sebelum disimpan dalam box.

PETUNJUK PEMADAMAN MENGGUNAKAN HYDRANT

  1. Menggelar Selang (Fire Hose)
    • Panggul selang dan lemparkan gulungan selang ke arah api.
    • Bila kurang panjang, tambah lagi dan sambungkan satu dengan yang lainnya.
    • Sambungkan pangkal selang (sisi betina) dengan hydrant pillar.
  2. Pegang Nozzle
    • Ambil posisi dengan benar (kuda-kuda), setelah siap beri kode agar air segera dialirkan.
    • Tangan kiri pegang ujung Nozzle, tangan kanan pada pangkalNozzle sambil dijepit dengan ketiak.
  3. Mengalirkan air
    • Beri kode operator dengan tangan lurus ke atas.
    • Untuk menghentikan aliran air, tangan ditekuk dengan membuat gerakan melipat sebatas siku berulang-ulang.

Kode Warna Hydrant

Hydrant Color Codes and Markings; What They Mean

Introduction

Water is our most abundant and least expensive fire fighting agent. When fire companies arrive at a working fire, they need to be able to quickly determine which tactics they should employ and how best to supply themselves with water. There are several vital bits of information which we need.
Primarily, we need to know how much water is available from the closest hydrant so that we may select the appropriate size hose lines for the size and complexity of the fire, but not select lines which would exceed the capacity of the hydrant and thus be ineffective. This information is known as "available flow."
We also need to know the water pressure in each hydrant so that we can immediately implement the correct pumping operation at the supply hydrant. Water pressure is effected by elevation. The communities that we serve are spread over many elevations so pressures found in hydrants vary greatly. By knowing the pressure range in advance of connecting our hoses, we can implement the proper pumping operation and compensate for nearly every low pressure situation using the pumps in our fire engines.
There are also a few other bits of information which are important to us, which are discussed below.
We have found the most efficient means to convey this important information to our engine companies is to paint the hydrant tops and caps using standardized color codes. These colors give us a reasonably accurate picture as to how the hydrant should perform. They are easy to recognize and as fire crews travel the streets performing their various duties, they see these hydrants and get a feel for where the problem areas exist well in advance of a fire alarm being called in.

Top Colors
NFPA 291

BLUE1500 GPM or moreVery good flows
GREEN1000-1499 GPMGood for residential areas
ORANGE500-999 GPMMarginally adequate
REDBelow 500 GPMInadequate
We are located in a high risk urban-wildland intermix area. Our design criteria is for the water system to deliver no less than 2250 GPM from three nearby hydrants simultaneously flowing. We do not consider it a significant problem in those areas which have hydrants adequately placed throughout if an isolated hydrant here or there is an "orange top"... so long as it is surrounded by strong hydrants. It is in those locations where the abundance of the hydrants are weak that we are concerned with a fire rapidly building up beyond our ability to control it.
Due to the wide range of hydrant pressures that we experience, we also color code hydrants for pressure. These indicators are used primarily to streamline our operations. We don't need to tie up a fire engine pumping out of a high pressure fire hydrant, however with a low pressure hydrant, we need to position an extra engine at the hydrant to ensure maximum delivery of water to the fire engine operating at the scene. We have chosen to color code the outlet caps for this purpose to provide some consistency with our neighbor, the Oakland Fire Dept.

Outlet Cap Colors
(Note: This is a local deviation from NFPA standards that recommend cap colors also indicate flow!)

GREENOver 120 p.s.iExtremely high pressure (caution!)
ORANGE50-120 p.s.i."Normal" pressure range
REDBelow 50 p.s.i.Must be "pumped"

Other Miscellaneous Markings

Dead End Water Mains

The important element surrounding "dead end" mains is that they are only supplied with water from one end. In such instances, fire companies pumping "upstream" from other companies can impact water supply to their "downstream" counterparts. By marking the hydrants and direction of water flow, our engine companies can be made aware of the situation and coordinate appropriately among themselves to ensure the available water is adequately shared.
Dead end mains don't just exist on dead end streets. Many roads which extend up into the hills cross multiple pressure zones and the water mains themselves will have "dead ends" at each point where one zone meets another.

Regulated Mains

We also have some neighborhoods in very high pressure areas where the water mains themselves are fed through pressure regulators so that water supplied to domestic users is not so extreme that it could damage water meters and plumbing. In these instances it is of critical importance to shut fire hydrants down slowly in order to prevent damage to water mains and system regulator sets. The orange "R" in a circle is a warning to fire fighters that the hydrant is on a regulator supplied pressure zone.

Orange Arrow->Indicates direction of water flow
on a "dead end" main
Orange Arrow and
vertical bar
->|Indicates last hydrant and
direction of water flow
on a "dead end" main
Orange "R" in a circle®Indicates hydrant is on a
regulated pressure zone

Body Colors

NFPA standards require that private hydrants placed on or near public streets be painted a color that will distinguish them from public hydrants. Furthermore OSHA standards require sources of non-potable water be painted violet. We require that all hydrant bodies in our district reflect the responsible ownership and/or operation of the hydrant.
WHITEPublic System Hydrant(EBMUD)
YELLOWPrivate System HydrantConnected to public water main
REDSpecial Operation HydrantNot used except for spcl. procedures
VIOLETNon Potable SupplyEffuent, pond or lake supply

Water District Markings

In addition to these fire department applied markings, one will notice Roman numerals and other indicators painted in red. These markings indicate the location of the street shutoff valve which would need to be accessed in order to shut down the hydrant in the event it was knocked off or supply needed to be shut down for repairs.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls